Category Archives: History

Perubahan pengaturan Time Zone Indonesia

Salah satu pembahasan yang cukup menarik perhatian belakangan ini adalah tentang pengaturan zona waktu (Time Zone). Ada apa dengan time zone?. Ternyata pemerintah memiliki rencana untuk menyatukan ketiga zona waktu yang sudah diterapkan sejak Presiden Soekarno menetapkannya menjadi tiga bagian zona waktu (WIB-WITA-WIT) pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Secara historis, pengaturan waktu di Indonesia selalu berubah-ubah, dimana sebelum tiga zona waktu ditetapkan Indonesia memiliki enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona waktu.

Greenwich Mean Time atau GMT adalah titik nol yang menjadi acuan pembagian wilayah waktu di seluruh dunia. GMT 0 berada tepat di negara Inggris. Jika dilihat dari peta wilayah di sebelah kirinya secara berurutan memiliki nilai negatif/minus (GMT -1, GMT -2, … GMT -11), sebaliknya sebelah kanan secara berurutan memiliki nilai positif/plus (GMT +1, GMT +2, … GMT + 12). Melalui acuan ini WIB berada pada zona GMT +7, WITA berada pada zona GMT +8 dan WIT berada pada zona GMT +9. Maka di Indonesia antara sabang dan merauke memiliki selisih waktu 2 jam. Namun praktisnya di antara 200 juta lebih penduduk Indonesia 90% penduduk Indonesia bekerja, kuliah, sekolah pada jam yang sama.

Secara birokrasi dan ekonomi perbedaan ini dipandang cukup menyulitkan menurut beberapa ahli dan pengamat. Ketika pekerja di Jayapura misalnya sudah aktif bekerja, mereka tidak bisa berhubungan dengan kantor pusat. Karena perbedaan waktu dua jam, ketika mereka sudah bekerja, orang yang berada di Jakarta baru akan berangkat ke kantor. Sebaliknya, ketika pegawai yang berada di Jakarta masih bekerja sedangkan pegawai di Jayapura mungkin sudah bersantai di rumahnya masing-masing.

Bagaimana dengan negara lain?. Ternyata Amerika Serikat memiliki pembagian empat zona waktu, Malaysia yang terpisahkan oleh samudera rupanya memiliki satu zona waktu, China hanya memiliki satu zona waktu.

Dengan perubahahan zona waktu di Indonesia menjadi hanya satu zona waktu yaitu WITA (GMT +8), maka Indonesia akan memiliki waktu yang sama dengan China, Malaysia, Singapura, Brunai, Philipina, Australia dan lainnya. Jam biologis pun akan perlu beradaptasi terhadap perubahan ini. Yang tadinya secara teknis berangkat jam 7 pagi (WIB), setelah peleburan zona waktu walau sama-sama jam 7 pagi (WITA), akan sama dengan jam 6 pagi (WIB) ketika sebelum peleburan.

Dikabarkan perubahan ini akan diterapkan pada tanggal 17 Agustus 2012 nantinya. Hal ini tentu sangat menarik, bagaimana kehidupan sehari-hari nantinya.

Advertisements

Hari perempuan, hari ibu, hari kasih sayang (valentine’s day) dan hari ayah

Hari ini, tepatnya tanggal 8 maret (2012) diperingati sebagai hari perempuan sedunia. Itulah tema yang diusung oleh search engine google pada hari ini. Ternyata ada suatu kisah menarik yang terjadi dibalik hari peringatan ini, yaitu perjuangan kaum perempuan diberbagai aspek baik politik, ekonomi maupun pencapaian di bidang sosial. Bermula dari satu artikel aku tertarik melihat artikel berikutnya, baik hari ibu, hari kasih sayang yang lebih dikenal dengan valentine’s day dan hari ayah.

Hari perempuan sedunia (International Women’s Day)

Hari perempuan sedunia

Hari perempuan sedunia (sumber: http://www.google.com)

Ups jangan salah, berbicara mengenai hari perempuan ini tidak sama dengan hari kasih sayang (valentine’s day) yang marak dikonotasikan dengan hal-hal yang romantis. Justru hari perempuan ini tercetus dari perjuangan perempuan di berbagai aspek, memperjuangkan kesamaan hak, persamaan di bidang politik, menentang diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam kesempatan mendapatkan pekerjaan dan bahkan menunjukkan kasih dan memperjuangkan kedamaian ketika terjadinya perang. Sejarah kemudian mencatat hari yang memperingati pergerakan perempuan yang sungguh luar biasa ini.

Hari Ibu (Mother’s Day)

Mother's day

Hari ibu (sumber: http://en.wikipedia.org)

Peringatan hari ibu bervariasi di berbagai negara. Di Indonesia hari ibu diperingati pada tanggal 22 Desember, bertepatan dengan hari pertama diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22-25 Desember 1928. Pada kongres tersebut hadir perwakilan organisasi pejuang hak-hak perempuan dari berbagai wilayah Indonesia. Oleh presiden Soekarno melalui dekrit yang dikeluarkan pada tahun 1959, hari ibu menjadi hari resmi (official) di Indonesia. Hari ibu yang awalnya untuk merayakan “spirit” perempuan Indonesia dan peningkatan kondisi nasional, sekarang hari ibu dirayakan dengan mengekspresikan kasih sayang dan terima kasih kepada ibu.

Hari kasih sayang (Valentine’s Day)

Hari kasih sayang

Hari kasih sayang (Sumber: http://red-rose-guides.blogspot.com)

Hari kasih sayang atau Valentine’s day adalah hari yang diidam-idamkan kaum perempuan. Kenapa tidak?!, hari ini dinantikan karena sering diwarnai ungkapan kasih sayang antara perempuan dan laki-laki. Hari kasih sayang adalah hari yang istimewa yang kaum muda akan membayangkan hal-hal yang romantis, coklat, mawar, nyanyian, makan malam istimewa, ataupun hal romantis lainnya. Namun banyak orang tidak mengetahui cerita sebenarnya asal mula hari kasih sayang tersebut, dari mana kah istilah valentine bermula.Valentine diambil dari nama seorang Kristiani Saint Valentine. Tidak ada unsur romantis sedikitpun, malahan boleh dibilang cerita tersebut adalah tragedi yang menyayat hati. Saint Valentine mati matyr pada tanggal 14 Februari AD 269. Baru abad ke-14 kemudianlah hari ini dikaitkan dengan hal-hal yang romantis.

Hari ayah (Father’s day)

Yang terakhir adalah hari ayah. Menurut situs ensiklopedia wikipedia, Indonesia memperingati hari ayah pada tanggal 12 Desember yang awalnya dicetus di daerah solo. Di negara Amerika Serikat ada beberapa cerita yang terkait asal mula hari ayah ini, salah satunya adalah yang dipelopori oleh nyonya Grace Golden Clayton untuk menghormati 210 ayah yang hilang pada sebuah kecelakaan tambang. Hal yang menarik adalah adanya hari laki-laki sedunia (International man’s day) yang jatuh pada tanggal 19 November.


Asal mula padan Sihombing dengan Naibaho

Dikutip langsung dari: http://www.facebook.com/topic.php?uid=81669772155&topic=14058

Turi-turianni Parpadanan Sihombing Lumbantoruan dengan Naibaho

Horas dihita sude,
sebuah Legenda/cerita kuno yang mengisahkan awal mula parpadanan (Sumpah) antara Marga Sihombing Lumbantoruan dengan Marga Naibaho. Saya akan coba menuliskan turi-turian (cerita) ini dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

Dahulu kala di daerah Humbang tengah terjadi peperangan antara Marga Sihombing dengan Marga Marbun. Jika kita ambil data-data tarombo marga, dalam hal cerita ini yang sedang berperang adalah Marga Sihombing yang bernama Op.Raung Nabolon yang memiliki 3 anak yaitu : Op.Hombar Najolo, op.Ginjang Manubung dan Op.Pande Namora. Sundut(Generasi) Nomor 4 dan Nomor 5 terhitung dari Borsak Sirumonggur Lumbantoruan (sesuai dengan aturan penomoran generasi marga Sihombing Lumbantoruan). Continue reading


Asal Usul Marga Sihombing Lumbantoruan

Lumbantoruan merupakan salah satu marga dari suku Batak, diwarisi oleh semua yang bermarga Lumbantoruan, baik lelaki maupun wanita dari garis keturunan Bapak secara turun-temurun. Lumbantoruan yang pertama bergelar BORSAK SIRUMONGGUR, merupakan anak kedua dari Sihombing yang mempunyai 4 orang anaklaki-laki dengan urutan sebagai berikut:

  1. Silaban gelar Borsak Junjungan
  2. Lumbantoruan gelar Borsak Sirumonggur
  3. Nababan gelar Borsak Mangatasi
  4. Hutasoit gelar Borsak Bimbinan.

Marga yang diwarisi oleh keturunan masing-masing adalah Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit. Keempat gelar tersebut sering dipakai sebagai nama perkumpulan marga oleh keturunan yang bersangkutan di perantauan, atau sebagai nama nenek moyang dari marga yang bersangkutan. Misalnya marga Lumbantoruan, pomparan (keturunan) dari Borsak Sorumonggur. Continue reading