Reformasi Pemeliharaan Hari Sabat

Sebelum melakukan doa-puasa sebentar,

Kiranya renungan Firman Tuhan dan Roh Nubuat ini bisa kita renungkan bersama.

SERUAN NYARING

“Panggilan kepada umat yang sisa untuk mengadakan pembaruan hidup berdasarkan tulisan Ellen G. White”

Apa kata Roh Nubuat:

Hari Sabat adalah tanda penurutan. “Barangsiapa yang dengan segenap hatinya menurut, memelihara hukum keempat, akan menuruti juga segala hukum itu. Maka ia akan disucikan melalui penurutan itu.” (6T 350)

Jika seseorang benar-benar telah memelihara hari Sabat dengan segenap hati, maka ia akan bersedia memelihara hukum-hukum lainnya yaitu yang sembilan lagi. Tetapi jikalau ia belum dapat memelihara hari Sabat dengan segenap hati maka ia belum setia memelihara hokum-hukum yang lain itu dalam arti yang sebenarnya… Bukankah pelanggaran terhadap satu hukum itu saja akan bersalah kepada semuanya? (Yakobus 2:10)

Pelanggaran yang terus-menerus terhadap kesucian hari Sabat akan mempengaruhi kesetiaan kita dalam menunaikan tugas kepada Allah dalam perkara-perkara yang lain. Mengapa?

“Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” (Yakobus 2:10)

Hari Sabat kita asingkan seluruhnya sebagai waktu untuk Tuhan. Waktu itu adalah milik Tuhan jangan digunakan untuk keperluan hidup sehar-hari. Karena dengan melanggar hari Sabat kita mencuri waktu Tuhan. Maka kita sudah melanggar hukum ke delapan. Dengan menggunakan waktu Tuhan dan mengejar uang pada hari Sabat kita sudah mengutamakan uang lebih daripada Tuhan, maka uang itu sudah menjadi ilah kita. Maka kita sudah melanggar hukum yang pertama. Dan itu termasuk yang kita sembah. Kita melanggar hukum kedua. Sementara kita terus melanggar hukum-hukum Tuhan kita terus menyebut-nyebut nama Tuhan. Tetapi kita sebenarnya menyebutnya dengan sia-sia.

Bukankah Alkitab berkata,

“Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.” (Yohanes 9:31)

Dengan demikian itu kita telah melanggar hukum yang ketiga.

Dengan melanggar hukum keempat kita juga sudah tidak lagi menghormati Bapa kita yang di surga.Dengan demikian kita juga sudah melanggar hukum kelima. Dengan sengaja kita berbuat dosa, kita sudah membunuh jiwa kita sendiri karena upah dosa itu adalah maut. Kita memang membunuh jiwa kita sendiri, dan kita melanggar hukum keenam. Umat Tuhan sangat dicintai-Nya itu dianggap sebagai istri yang cintanya tidak boleh terbagi kepada laki-laki yang lain. (2 Korintus 11:2). Dengan perbuatan seperti itu kita sudah berzinah secara rohani maka kita melanggar hukum ketujuh. Dan dalam pelanggaran yang terus-menerus seperti itu kita masih tetap mengaku umat Tuhan, kita adalah pendusta.

Maka kita bersalah kepada hukum kesembilan. Dan memang sebelum kita berbuat dosa tersebut, sudah lebih dahulu perencanaan itu timbul atau keinginan dan hasrat dalam hati maka dalam hal ini kita sudah bersalah pada hukum kesepuluh, jadi jelas kita lihat bersalah kepada satu hukum, (SABAT) adalah bersalah kepada semua hukum itu. (Yakobus 2:10)

“Kepada mereka yang menghormati hari suci-Nya, hari Sabat itu adalah suatu tanda bahwa Allah mengakui mereka menjadi umat-Nya yang dipilih. Dia sedangmengikatkan dirinya kepada rantai emas penurutan, dan setiap mata rantai mengandung janji-janji.” (6T 350)

“Hukum yang keempat dari seluruh hukum itu yang menyandang nama-Nya untuk mereka semua dan berkat di dalamnya akan jadi milik mereka.” (6T 350)

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku… Maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan member engkau makan dalam milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhaanlah yang mengatakan.” (Yesaya 58:13,14)

“Janji-janji yang diberikan kepada Isarael adalah untuk umat Allah sekarang. Janji berkat yang sama melalui Sabat diberikan kepada kita.” (CC 267, 268)

PERILAKU PADA HARI SABAT

“Tindakan-tindakan dan perkataan kita harus dijaga pada hari Sabat” (CG 529)

“Memperbincangkan perkara-perkaraduniawi atau melibatkan diri dalam percakapan yang sia-sia dan yang lucu-lucu, merupakan pelanggaran atas hukum yang keempat”(CG 529,530)

“Beberapa anggota kita telah menyuruh anak-anak mereka bersekolah pada hari Sabat. Mereka tidak dipaksa berbuat demikian, tetapi para penguasa sekolah berkeberatan menerima anak-anak itu kecuali mereka bersekolah selama enam hari. Dalam sekolah-sekolah itu, murid-murid bukan saja diajar dalam cabang-cabang pelajaran yang biasa, tetapi juga diajar melakukan jenis-jenis pekerjaan; dan di sinilah anak-anak dalam keluarga-keluarga yang mengaku pemelihara Sabat disuruh bersekolah pada hari Sabat. Ada orang tua mencoba membenarkan tindakannya dengan mengutip perkataan Kristus, bahwa halal berbuat baik pada hari Sabat. Tetapi pertimbangan yang sama akan membuktikan bahwa orang boleh bekerja pada hari Sabat sebab mereka harus mencari nafkah bagi anak-anak mereka; dan tidak ada batasnya, tidak ada garis pemisah, untuk menunjukan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan.” (Nasihat Bagi Sidang I, 60)

“Jika para orang tua membiarkan anak-anak mereka mendapat pendidikan dengan dunia dan menjadikan Sabat itu hari yang biasa saja, maka MATERAI ALLAH TIDAK DAPAT MEREKA PEROLEH.” (Nasihat Bagi Sidang I, Hal.60)

Selanjutnya Roh Nubuat mengamarkan kita:

Hai para orang tua di atas semuanya, peliharalah dan jagalah anak-anakmu pada hari Sabat. Jangan biarkan mereka melanggar hari suci Allah, denganbermain di dalam rumah atau di luar pintu rumah.

“Engkau sama melanggar hari Sabat bila engkau membiarkan anak-anakmu melakukannya, dengan berkeliaran dan bermain pada hari Sabat.” (CG 533)

Untuk menghindarkan anak-anak berbuat dosa pada hari Sabat maka perlu kiranya kita sekarang selaku orang tua mengambil perhatian bagi mereka.

Ambilah waktu bersama dengan anak-anak pada hari Sabat dan pergi menikmati ciptaan Allah serta menyimak keajaiban dan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya itu.

“Ajarlah anak-anak melihat Kristus dalam alam. Bawalah mereka ke luar di udara terbuka, di bawah pohon-pohon besar yang rindang, di kebun dan ke semua tempat luar biasa yang diciptakan, ajarlah mereka melihat pernyataan cinta kasih yang besar. Dan melalui pelajaran alam, ajarlah mereka menurut hukum-hukum Allah.: (CG 354)

Ada satu hal lagi yang dewasa ini kurang diperhatikan di rumah-rumah Tuhan sementara acara perbaktian berlangsung, yaitu sikap dan rasa hormat di antara semua orang yang datang di rumah Tuhan. Baik orang-orang dewasa terutama anak-anak, tidak lagi menunjukan bahwa Allah dan malaikat-Nya hadir di tempat perbaktian itu. Roh Nubuat berkata:

“Bilamana orang yang hendak berbakti memasuki tempat-tempat perkumpulan, mereka harus dengan sopan, dan duduk dengan tenang. Percakapan yang biasa, berbisik-bisik dan tertawa janganlah diperkenankan dalam rumah perbaktian baik sebelum dan sesudah acara perbaktian. Kesalehan yang tekun hendaknya menjadi ciri orang-orang yang berbakti itu.” (5T 492)

“Semua acara kebaktian harus diadakan dengan penuh khidmat dan hormat, seolah-olah Tuhan dapat dilihat hadir dalam perkumpulan itu.” (Nasihat Bagi Sidang 2, Hlm. 37)

Hai orang-orang tua, tinggikanlah derajat agama Kristen dalam pikiran anak-anakmu… Ajarlah mereka menghormati Tuhan setinggi-tingginya dan mengerti bahwa bila mereka memasuki rumah Tuhan hendaknya dengan hati yang dilembutkan dan ditaklukan oleh pikiran ini: “ALLAH ADA DI SINI, INILAH RUMAH-NYA” (Nasihat Bagi Sidang 11/38)

“Tetapi Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus. Maka berdiam dirilah di hadapan-Nya.” (Habakuk 2:20)

Kiranya pembaruan dalam pemeliharaan hari Sabat dan sikap dalam perbaktian di rumah Tuhan tidak dapat disangkal, ini semua adalah menjadi persyaratan supaya kecurahan Hujan Akhir itu segera terjadi dan pekerjaan Tuhan dapat segera diselesaikan.

Tuhan memberkati kita! MARANATHA

Special Credit to Stiven Orvill Sumual (creator)

About wirasihombing

At present, I was a man who has graduated from my college in January 2011. Still looking for a job, trying to go abroad. In my body, flowing the Batak's blood. View all posts by wirasihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: