When I install fresh Windows (part I: preface)

Sistem operasi windows merupakan sistem operasi yang mendunia, dimana-mana dengan mudah kita dapat jumpai sistem operasi yang memiliki logo bendera empat warna ini. Siapa yang tidak mengenal perusahaan raksasa piranti lunak (a.k.a Software) Microsoft yang menelorkan Windows, Office, dll?. Merupakan suatu yang dibilang “hampir” keharusan menggunakannya, disamping hadirnya piranti lunak gratis yang dibandrol oleh environtment Linux merupakan angin segar yang belum begitu dilirik masyarakat.

Varian Windows sekarang banyak beredar dan digunakan, beberapa yang populer antara lain:

  1. Windows XP: Home Edition, Proffesional Edition
  2. Windows Vista (yang kemudian segera digantikan oleh versi berikutnya)
  3. Windows 7

Menurut saya, Microsoft Windows XP lah yang menduduki posisi yang paling digemari. Hal ini mungkin dikarenakan sudah terbiasanya user dengan environtment tersebut juga keengganan user untuk mencoba suatu hal yang baru. Penyebab lainnya boleh jadi spesifikasi hardware yang riskan jika diinstall Windows Vista atau Windows 7. Hal ini lah yang sebenarnya menjadikan saya masih berkutat dengan varian Windows XP. Namun, perlahan tapi pasti, hal ini akan segera bergeser.

Maka, sudah tentu ketika saya melakukan fresh installation pada Notebook yang saya miliki, Windows XP adalah suatu keharusan. Biasanya saya memilih Windows XP Proffesional, namun kali ini keadaan mengharuskan saya memilih Windows XP Home. Perbedaan antara keduanya yang saya jumpai terletak pada dukungan Server IIS, sehingga bagi seorang Software Engineer, sungguh sangat disayangkan tidak dapat melakukan instalasi Microsoft SQL Server.

Pertama, memastikan bahwa Sistem Operasi kita sudah terintegrasi security update yang terbaru. Saat ini, dikenal dengan Service Pack 3. Selain dilatarbelakangi oleh alasan-alasan keamanan, saya jumpai juga adanya software yang mengharuskan persyaratan Service Pack 3, seperti Microsoft Office 2010. Jika anda masih memiliki Service Pack 2 atau lebih rendah, hal ini dapat diatasi dengan automatic update (Microsoft Update) yang dapat dinikmati jika anda memiliki Windows yang asli. Alternatif lainnya adalah melakukan Offline Installation dengan mendownload paket Service Pack 3 secara terpisah.

About wirasihombing

At present, I was a man who has graduated from my college in January 2011. Still looking for a job, trying to go abroad. In my body, flowing the Batak's blood. View all posts by wirasihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: